Sabtu, 13 Oktober 2012

Senyuman Matahariku


Cerita kelam yang dulu menghiasi hatiku
Kisah-kisah sedih yang dulu slalu ada di hariku
Dan tangisan air mata yang dulu membasahi pipiku
Kini tlah berubah menjadi senyuman secerah matahari

Cahaya matahari yang dulu slalu tertutup oleh awan hitam
Kini telah bersinar kembali di dalam hatiku
Hujan yang turun membawa kesedihan pun
Kini berganti membawakan sejuta kebahagiaan

Ketenangan dan kedamaian jiwa yang saat ini ku rasakan
T'lah membuatku melupakan kisah yang dulu
Kisah yang pernah menghancurkan hatiku
Namun kini......
Hati ini kembali utuh seperti semula
Dan saat ini,besok,lusa,dan seterusnya
Senyuman matahari akan selalu menghiasi hatiku


sumber : http://arini-sabila.blogspot.com/

Jumat, 15 Juni 2012

12 (Dua Belas) Hikmah Diwajibkannya Jilbab Bagi Wanita Muslimah, Beserta Ancaman Bagi Keluarga Yang Membiarkan Putrinya Berpakaian Minim Dan Tidak Berhijab



HIKMAH BERJILBAB
1. Semua perintah AIloh dan RasulNya r apabila dikerjakan pasti membawa manfaat. Diantara manfaat jilbab bagi kaum wanita adalah sebagai berikut: Untuk membedakan antara wanita muslimah dan lainnya, berdasarkan firmanNya: “Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal”. Tentunya wanita muslimah lebih bangga dengan jilbabnya, karena inilah kemuliaan dari Allah.
2. Jauh dari gangguan orang munafik dan laki-laki yang fasik, karena firman-Nya “karena itu mereka tidak diganggu” Wahai ukhti muslimah! Terimalah ketentuan Allah yang selalu belas kasihan kepada hambaNya.
3. Mendapat ampunan dan rahmat dari Allah sebagaimana firman-Nya: “Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang “.
4. Menjaga kesucian hati bagi kaum pria dan wanita. (Lihat keterangan surat Al-Ahzab: 53 di atas)
5. Mewujudkan akhlak yang mulia, rasa malu, menghormati dirinya dan orang lain.
6. Sebagai tanda wanita afifah, yakni wanita yang menjaga kehormatan dirinya dari hal-hal yang mengganggunya. Syaikh Bakr Abu Zaid berkata: “baiknya lahir seseorang menunjukkan baik batinnya”. (Lihat Hirosatul Fadhilah hal: 85).
7. Memutus ketamakan dan bahaya syetan, karena dengan jilbab berarti menjaga masyarakat dari gangguan dan penyakit hati kaum pria dan wanita, dan mencegah perbutan zina.
8. Menjaga sifat malu, hal ini merupakan perhiasan utama bagi wanita, jika rasa malu hilang,
9. Membendung wanita untuk bersolek, berhias diri di hadapan orang lain dan membendung pergaulan bebas serta menuju pembentukan masyarakat yang Islami.
10. Menutup celah-celah perzinaan, sehingga wanita bukan merupakan makanan empuk bagi setiap penjilat.
11. Wanita adalah aurat, sedangkan jilbab merupakan penutupnya.
Allah berfirman: Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi `auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS. Al-A’rof: 26).
12. Membuat suami senang kepadanya. (Hirosatul Fadhilah hal. 84-88 ).
Ancaman Bagi Keluarga Yang Membiarkan Anggota Keluarganya Tidak Berjilbab
Seorang mukmin hendaknya menjauhkan dirinya dan keluarganya dari api neraka. Rasulullah r bersabda:
Ada tiga perkara, Allah mengharamkan mereka masuk sorga, yaitu pecandu khomer orang yang tidak taat dan addayus, yang menyetujui istrinya berbuat kejahatan. (HR. Ahmad 5839, Shahihul Jami’: 3052, 2/290)..
Addayyus yaitu orang yang mengetahui keluarganya melakukan perbuatan keji seperti zina dan lainnya, tetapi mereka malah mendukungnya atau mendiamkannya. Contoh lainnya lagi: Orang tua yang membiarkan putrinya bergaul bebas dan bersendagurau dengan pria yang bukan mahromnya. Suami setuju melihat isteri atau putrinya hanya berpakaian pendek, tidak berjilbab, atau membiarkan putri dan isterinya berhadap-hadapan dengan pria bercelana pendek saat nonton telivisi dan Iainnya. (Lihat Mukhtashor Al­Kabaair Adz-Dzahabi: 36).
Demikianlah, semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua, semoga Allah memberi kesabaran bagi ukhti kita yang berjilbab, semoga kita tidak menjadi penghalang wanita yang berjilbab, semoga kita menjadi pendukungnya walaupun fitnah tidak kunjung padam. Mereka ingin memadamkan cahaya Allah, tetapi Allah ingin menghidupkannya.
Sumber :http://maryam-dewi.blogspot.com/

BATIK


SEJARAH BATIK
Kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, yang merupakan penggabungan dari "amba" yang berarti "menulis", dan "titik" yang berarti "titik".

Batik di Indonesia, mulai dikenal sejak abad XVII, ditulis dan dilukis di daun lontar. Saat itu motif batik kebanyakan masih berupa binatang ataupun tumbuhan. Namun seiring berkembangnya jaman, corak lukis dari batik sudah merambah ke motif abstrak berupa awan, relief candi, wayang, dan lainnya.

Corak batik di Indonesia sangat banyak, sesuai filosofi dan budaya masing-masing daerah di Indonesia yang sangat kaya, sehingga terciptalah beragam corak dan jenis batik sesuai ciri khas masing-masing.

Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.

Awalnya batik hanya dikerjakan terbatas dalam keraton saja, dan hasilnya dikenakan untuk raja, keluarga raja, dan pengikutnya. Karena banyak pengikut raja yang tinggal di luar keraton, maka kesenian batik ini dibawa ke luar keraton dan dikerjakan di tempat masing-masing.

Jaman pun berkembang, akhirnya kesenian batik mulai diterapkan oleh para wanita untuk mengisi waktu senggang. Dan akhirnya batik sudah menjadi pakaian yang merakyat.

Pada waktu itu, bahan pewarna yang dipakai berasal dari pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur. Sedangkan kain putih yang dipakau merupakan hasil tenun sendiri.

Jenis batik :
  • Batik Tulis
Kain dihias sesuai corak atau tekstur tertentu menggunakan tangan. Kurang lebih memakan 2-3 bulan.
  • Batik Cap
Jenis batik seperti ini dibuat dengan menggunakan cap yang sudah sesuai dengan coraknya.
  • Batik Lukis
Pembuatan batik langsung melukis pada kain putih







Batik adalah budaya asli dari indonesia yang telah diakui oleh dunia.Maka dari itu tinggal kita yang harus mengakui dan menjaganya.

http://arini-sabila.blogspot.com

Sabtu, 26 Mei 2012

Cerpen Pengorbanan Se0rang IBu


Cerpen Pengorbanan Seorang Ibu 

Dinda adalah anak ketiga dari ketiga bersaudara. Dia anak dari Ibu Aisyah yang sekarang sedang sakit-sakitan.
Dianda adalah anak yang cuek dan tidak mauperduli kepada ibunya yang sedang sakit-sakitan.Dinda hanya mementingkan k esenangannya,ditimbang ibunya sendiri.Pada suatu hari pada saat Dinda pulang sekolah.Dinda pada saat itu sangat lapar.Di dapur tidak ada makanan,karena ibu Aisyah belum begitu sehat,jadi ibu Aisyah tidak sempat memasak.Dinda sangat marah dan kesal.”Kok,nggak ada makanan sih?? Aku laper nih..!”Kata Dinda dengan nada tinggi sambil melemparkan tudung.Ibu Aisyah mendengar omelan Dinda di dapur,ibu Aisyah langsung masuk ke Dapur.”Ada apa sih?Nak..?” Dengan sabar ibu Aisyah bertanya kepada Dinda.Ibi ini gimana sih’..?aku kan pulang sekolah,Laper..Bu!Seharusnya makanan sudah harus siap di meja makan!”Dinda menyentak ibunya tanpa ada rasa takut atau kasihan kepada ibunya yang belum begitu sehat.”Sabar…!tadi ibu menyuruh kedua kakakmu untuk pergi ke pasar,untuk membeli sayur-mayur.Pasti habis ini mereka pulang”Ibu Aisyah menjawab dengan penuh kesabaran,berbada dengan Dinda yg selalu membentak kepada ibunya.Tiba-tiba terdengar … “Assalamuallaikum…!”terdengar suara lembut kedua kakak Dinda yg baru pulang dari pasar.“Tuh..mereka datang!”kata ibu Aisyah kepada Dinda yg masih cemberut.”Kak Arrum dan kak Aluna sekarang cepat masakin buat aku!aku udah laper!”bentak Dinda kepada kedua kakaknya .”Eh,kamu tuh’ main suruh aja! kami kan baru pulang dari pasar!”jawab Aluna kepada Dinda.”Udah,lah!kalian nggak usah banyak omong,cepet bikinin masakan!Udah laper tau’..!”perintah Dinda kepada kedua kakaknya.Dengan sedikit tidak ihklas .Arrum dan Aluna memasakan masakan untuk Dinda.Setelah masakan yg di masak Aluna dan Arrum sudah sudah siap.Dinda langsung melahapnya dengan rakus.Maklumlah Dinda sangat lapar.Sampai makananya pun habis,hanya tersisa piring dan sendok saja.Aluna dan Arrum pun tidak kebagian padahal itu adalah masakan mereka sendiri.Betapa jengkelnya mereka melihat piring kosong yg tergeletak di meja.
Pada suatu hari Dinda berencana untuk pergi bersama teman-temanya.Pada saat itu Dinda tidak punya banyak uang.Dinda pun berniat untuk mengambil uang ibunya itu.Tanpa salam,Dinda langsung menerobos pintu dan langsung mengambil dengan kasar uang yg masih di genggam ibunya.Jangan Nak…!Uang itu digunakan untuk membayar hutang-hutang kita!”kata ibu Aisyah kepada Dinda.”Nantikan bisa cari lagi!aku butuh banget uang ini!”.Aluna dan Arrum langsung masuk ke kamar,setelah mendengar suara Dinda “Asstaufirllah… sekarang balikin uang ibuk!”Bentak Arrum kepada Dinda.”Iya! cepat balikin uang ibuk! Kamu buat apa sih uang itu?”tanya Aluan dengan mencoba merebut uang yg di genggam Dinda.”JANGAN… Lepaskan!”teriak Dinda dengan mendorong kakaknya.Aluna dan Dinda tidak berhasil merebut uang yg sudah dibawa Dinda,karena Dinda sudah keburu pergi.Ibu Aisyah hanya bisa sabar.Betapa mulianya hati ibu Aisyah.Beberapa waktu kemudian.Setelah Dinda pergi.Aluna mendapat kabar dari tetangganya,bahwa Dinda kecelakaan.Bahkan saking kagetnya Ibu Aisyah sempat pingsan.Ibu Aisyah,Aluna dan Arrum segera berangkat ke rumah sakit.Setiba di rumah sakit,tepat di kamar Dinda di rawat.Terlihat Dinda terdiam diatas ranjang.Pandanganya kosong,terlihat raut wajah Dinda yg begitu hampa”Dinda..apa yg terjadi sama kamu,Nak?”tanya ibu Aisyah panik, sambil menangis.Dinda terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan ibunya.”Nggak ada gunanya lagi aku hidup.Aku sekarang udah nggak bisa liat lagi! AKU BUTA…!!” teriak Dinda menyesali apa yg tengah menimpanya.Arrum dan Aluna hanya mencoba menenangkan Dinda dan ibunya.Pada hari ke3 Dinda di rawat di rumah sakit.Tiba-tiba dokter masuk ke kamar Dinda.”Dinda,jangan terus-menerus seperti ini dong!!”kata dokter mencoba sedikit menghibur Dinda.”Din,ada seorang dermawan yg mau mendonorkan retina matanya untuk mu!”kata dokter.Mendengar hal itu Dinda sangat senang,bahwa setelah ini Dinda akan dapat melihat lagi.”Siapa Dok,orang dermawan itu?”tanya Dinda dengan penuh semangat kepada dokter.”Pokoknya dia adalah orang yg sangat baik!”jawab dokter.Mendengar jawaban dokter,Dinda pun bingung!.Waktu yg di tunggu akhirnya sudah tiba.Waktunya Dinda dioperasi.2 jam Dinda di operasi.Dan hasilnya Dinda dapat melihat kembali.Lihat kak! Aku bisa melihat lagi!”kata Dinda kepada kedua kakaknya dengan raut wajah bahagia dan senang.Tapi sebaliknya,Arrum dan Aluna tidak menyambut gembira dengan sembuhnya Dinda.”Kenapa sih kalian?kalian nggak suka ya..aku bisa liat lagi?”bentak Dinda kepada kedua kakaknya.”Kamu tau’ siapa orang yg mendonorkan matanya untuk kamu…? Dia itu ibuk,Din..! yg selama ini kamu bentak-bentakin..!”Bentak Arrum kepada Dinda dengan mata berkaca-kaca.Dinda pun terdiam sejenak.Mata Dinda berkaca-kaca penuh penyesalan.Dinda pun tiba-tiba langsung berlari menuju kamar mayat.Arrum dan Aluna mengikutinya.Diruang mayat.Terlihat ibunya yg sudah terbujur kaku tak bernyawa.Dinda pun menangisi dengan penuh penyesalan.”Buk…bangun Buk!Kenapa ibu tidak membiarkan aku buta selama-selamanya! Maafkan aku Bu…! Selama ini aku banyak salah kepada ibu!”kata Dinda sambil menangis penuh penyesalan.Sudah terlambat Dinda untuk meminta maaf kepada ibunya yg sekarang sudah tak bernyawa lagi.Hanya ada satu yg dapat dilakukan Dinda untuk menebus kesalahan-kesalahannya kepada ibunya yaitu TERUS BERDOA KEPADA ALLAH SWT AGAR IBU NYA BISA DITRIMA DISISI ALLAH SWT”
Sayangilah Ibumu selagi dia masih ada disampingmu.Sesungguhnya surga ditelapak kaki Ibu.
Diposkan oleh :Melynda Ieswara.